Rabu, 19 Oktober 2016

Membentuk Identitas Kota Melalui City Branding


City branding berkaitan dengan tata rencana kota yang dapat dijadikan sebuah strategi dari suatu kota untuk membuat positioning yang kuat di dalam target promosi, dalam hal ini promosi untuk sebuah kota. Untuk mendapatkan kepercayaan sebagai kota yang terbaik dalam aspek tertentu bergantung pada bagaimana city branding telah dibuat dan disampaikan sebagai kekuatan kompetisi dan relevansi dari kota tersebut sehingga kota tersebut dapat dikenal secara luas baik regional ataupun global.

Social Media Dalam Dunia Pendidikan




Sebelum perkembangan teknologi, praktik Publik Relations (PR) masih bersifat konvensional. Mulai dari Government PR, Marketing PR, dan lainnya. Namun, pasca teknologi digital marak ditandai dengan kehadiran social media—praktik PR mulai mengalami pergeseran. Meskipun, tujuan PR tetap tidak ada yang berubah.

Selasa, 24 Mei 2016

Creative PR


Seorang PR harus memiliki link atau connection yang kuat, seorang PR harus mampu menyelesaikan masalah atau krisis perusahaan, hal-hal tersebut merupakan persepsi sosok PR di mata umum, tetapi ternyata PR tidak hanya itu, Setelah memasuki dunia PR persepsi terhadap dunia PR akan berubah, “PR tidak melulu mengenai networking yang kuat saja, tapi bagaimana PR dapat berperan sebagai ujung tombak dari suatu perusahaan untuk menciptakan pencitraan dan persepsi yang kuat dan positif ke masyarakat serta stakeholders lainnya.

Seorang praktisi PR memiliki imajinasi (banyak ide dan kreatif) dalam pengertian seorang PR harus memiliki wawasan yang luas, permasalahan serumit apapun dapat mengetahui benang merah persoalannya. Berpikir kreatif dituntut bagi seorang PR, artinya seringkali dalam mengambil tindakan cukup diplomatis dalam penyampaian. Praktisi PR harus tetap mengasah kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan PR lainnya, karena tugas PR semakin hari semakin berat, ditengah masyarakat yang semakin kritis, perkembangan teknologi informasi semakin pesat, persaingan perusahaan semakin tajam dan perusahaan selalu bersentuhan dengan media massa sebagai pembentuk opini public.

Senin, 07 Maret 2016

                                 PUBLIC RELATIONS 


Artikel bertajuk The Cultural Tribes of Public Relations, Leichty (2003:278) menjelaskan bahwa public relations (PR) tidak hanya memberikan kontribusi untuk wacana budaya organisasi akan tetapi juga merupakan bagian dari sebuah kontes budaya yang sedang berlangsung di masyarakat. Public relations adalah bidang multikultural yang memerlukan sebuah kompetisi yang sedang berlangsung dan kerjasama antar jumlah orang berbeda budaya. Leichty (2003:278) melalui artikel yang dipublikasikan di jurnal international public relations, memperkaya teori budaya bahwa budaya sebagai konstruksi sosial dari realitas beroperasi dalam batas ketentuan (Douglas, 1996). Hanya ada lima faktor pendukung terjadi persaingan budaya; hanya fatalisme, egalitarianisme, hirarki, individualisme, dan individualisme kompetitif cukup koheren untuk mencapai kelangsungan hidup jangka panjang (Thompson et al., 1990). Struktur topik adalah tema umum yang dapat digunakan untuk mengembangkan argumen persuasif dilakukan pada banyak topik. Sebuah topik budaya adalah argumen sistematik yang memperkuat pola hubungan sosial (Leichty & Warner, 2001).

Minggu, 17 Januari 2016

Sertifikasi : Modal Awal Hadapi Era MEA


Tahun 2016 ini, negara-negara ASEAN menghadapi era baru, yaitu era yang disebut-sebut sebagai pasar tunggal ASEAN atau era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kesepakatan MEA sudah ditanda tangani pemerintah negara-negara ASEAN tahun 2007, MEA tak hanya soal perjanjian perdagangan bebas antara anggotanya. Komitmen soal MEA mencakup arus bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil serta arus modal di antara 10 negara anggotanya yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Myanmar, Brunei, Kamboja, Laos dan Vietnam.

Minggu, 13 Desember 2015

PR in Goverment

      
     MEA 2015 sudah semakin dekat, saat ini Indonesia tidak hanya menghadapi era globalisasi tetapi juga kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta demokratisasi. Tiga hal tersebut menimbulkan beberapa gejala negatif yang patut diwaspadai seperti intoleransi, kekerasan, potensi konflik, loyalitas, primodial, keterbukaan dan dekadensi moral. Selain itu juga muncul ruang publik yang demokratis bahkan cenderung anarkis. Kebebasan sipil, pluralisme dan sistem media yang independen semakin mengemuka. Semua pihak dapat memperbincangkan persoalan publik, tidak ada lagi ruang privat yang bebas dari informasi, semua bisa dipenetrasi begitu juga dengan ruang publik.

Secara nyata globalisasi sudah berdampak dalam perkembangan dunia public relations di Tanah Air. Para praktisi public relations harus berjuang ekstra keras dalam menghadapi praktisi international serta perusahaan konsultan global PR. Tuntutan akan sebuah perubahan dan dinamiknya, mengharuskan praktisi PR merespon ekstra cepat akan kompetisi global, baik yang bersifat strategis maupun  teknis. Ritme perubahan kompetisi yang meningkat dan bergerak begitu cepat akan semakin menyulitkan dan berdampak bagi praktisi public relations Indonesia, apabila tidak disikapi dengan peningkatan kompetensi kerja dan profesionalisme.

Senin, 04 Mei 2015

Penanaman Nilai-Nilai Anti Korupsi di Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Sebagai Upaya Preventif Pencegahan Korupsi


Masalah pemberatasan korupsi tidak hanya dapat dilakukan oleh aparat penegak hukum saja, dunia pendidikan diharapkan dapat berperan dalam pencegahan korupsi sejak dini. Pendidikan sebagai wadah untuk membentuk generasi penerus bangsa menjadi wadah yang efktif dalam rangka pencegahan korupsi. Pemberantasan korupsi tidak cukup dengan menghukum dan memberikan ceramah atau seminar anti korupsi. Agar tidak terjadi tumbuh silih bergantinya korupsi di Indonesia, maka perlu dicari sampai dari akar masalahnya. Dengan membekali pendidikan anti korupsi yang cukup akan memberikan perlindungan kepada para calon generasi penerus bangsa dari maraknya tindak korupsi.